Tampilkan postingan dengan label militer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label militer. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Desember 2013

Kisah Pahlawan Revolusi Kemerdekaan Indonesia dari Pakistan dan India...Pasti Agan-Agan Belum pada Tau nih

Letnan Abu Nawaz dan 14 anak buahnya hanya berdiri terpaku di depan Masjid Jami yang terletak di Jalan Serdang, Medan tersebut. Mereka sama sekali tak menyangka, basis musuh yang harus dihancurkan menurut Letnan Kolonel Loudly ternyata adalah sebuah masjid, tempat ibadah umat Islam yang juga menjadi agama mereka. Alih-alih melaksanakan perintah atasannya itu, opsir British Indian Army (BIA) tersebut malah memilih balik badan dan membelot ke kubu musuh: para pejuang Indonesia. "Penghancuran Masjid itu kemudian dilakukan oleh pasukan Inggris yang lain…"ujar Muhammad TWH, wartawan senior sekaligus pemerhati sejarah di Medan.
Aksi pembelotan personil BIA yang beragama Islam itu ternyata tidak hanya terjadi di Medan saja. Di Surabaya, Kopral Mir Khan mengaku kerap galau setiap ia berkesempatan berhadapan dengan pejuang-pejuang Indonesia yang selalu meneriakan kata “Allahu Akbar". Hal yang sama juga dirasakan oleh prajurit muslim BIA lainnya di palagan Surabaya. Kegalauan itulah yang kemudian membuat mereka nekat untuk membelot (desersi) dan bergabung dengan para pejuang. Menurut catatan sumber Inggris, sekitar 300 serdadu muslim India diperkirakan membelot dan bergabung dengan para pejuang Surabaya.
"Secara keseluruhan tentara-tentara Inggris Muslim asal Asia Selatan( India/Pakistan) yang membelot ke pihak Indonesia diperkirakan mencapai angka 600-an…"tulis Firdaus Syam dalam Peranan Pakistan di Masa Revolusi Kemerdekaan Indonesia.
Berbeda dengan kawan-kawannya yang di wilayah lain, para pembelot di wilayah Medan yang berjumlah 71 prajurit memang lebih kompak dan terorganisasi. Jika di tempat lain, mantan-mantan serdadu BIA tersebar ke beberapa kesatuan TNI dan Lasykar maka di Medan mereka justru mendirikan kesatuan sendiri. Namanya Kesatuan Abdul Sattar (lebih dikenal sebagai Young Sattar) pimpinan Mayor Abdul Sattar dan masuk dalam Resimen III Divis X Batalyon I.

Minggu, 01 Desember 2013

Home » Sosial » Inilah Isi Surat Seorang Ayah Untuk Putrinya yang Bikin Perdana Menteri Turki Menangis

Inilah Isi Surat Seorang Ayah Untuk Putrinya yang Bikin Perdana Menteri Turki Menangis
Surat seorang ayah untuk putrinya yang tewas ditembak di Mesir membuat PM Turki Recep Tayyip Erdogan menangis. Ayah itu adalah Mohamed el-Beltaji, petinggi Ikhwanul Muslimin, yang kehilangan putrinya, Asma Beltaji, 17 tahun.


Asma jadi korban kekejaman penembak jitu militer Mesir dalam membubarkan demonstrasi Ikhwanul Muslimin, siang hari, 14 Agustus lalu. Saat itu dia bersama ibunya tengah membantu para demonstran yang terluka di Kairo.

Ini terjemahan dari isi surat yang ditulis Beltaji tersebut: